"Natta?" Tatapan matanya memindai dua orang disana, perasaannya campur aduk, Mikho berjalan linglung ke arah ambang pintu sementara Agam mulai hanya bisa menatap hampa. "Beginikah caramu menyambutku, Kak?" Saat seseorang yang berdiri diambang pintu itu kembali membuka suara, Mikho sekali lagi memindai menelusuri dua remaja disana. Semuanya serba tiba-tiba dan pikirannya kacau. Senyum orang yang berada diambang pintu dengan Agam yang masih terduduk diranjang. Tatapan matanya, bentuk wajahnya, gigi kelinci--- Sudah jelas kedua orang itu berbeda, hingga Mikho meraba-raba wajah adiknya dengan mata yang siap mengeluarkan air ... "Apa yang telah aku pikirkan selama ini?"Suaranya bergetar dan Natta langsung masuk ke dalam pelukan sang kakak yang akan selalu menjadi kesayangannya. "Aku ti
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


