Jungkook membuka matanya secara perlahan, kemudian begitu terkejut mendapati seorang wanita yang menjadi penyelamat hidupnya tengah menatap khawatir dirinya disamping ranjangnya. Dia sendiri tak tau harus bereaksi seperti apa, dia sangat berterima kasih pada wanita yang menjadi seorang dokter itu, kalau bukan karena wanita itu dia pasti sudah tinggal nama sekarang. Namun Jungkook juga geram akan ketidakberanian wanita itu dari awal. "Maaf ... Maafkan bibi nak, sungguh seandainya bibi mempunyai keberanian untuk datang pada tuan Jeon dari awal semua ini tidak akan menimpamu"Jungkook menunduk, dalam hati kecilnya dia tak sedikitpun memiliki niat untuk membenci wanita ini, hingga lama terhanyut dalam pikirannya, Jungkook mengangkat wajahnya lalu menyunggingkan senyumannya. "Tidak apa bi"Jun

