BAGIAN LIMA PULUH SATU Sementara itu Silvia baru saja tiba di tempat yang ia sharelock pada Iqbaal tadi. Ia kemudian mengirim pesan pada Iqbaal menanyakan keberadaan pria itu. Tapi saat baru saja masuk tepat di dekat pintu ia berpapasan dengan seseorang. “Iqbaal?” tanya Silvia lebih dulu. “iyah, Silvia.” “kirain udah nunggu lama,” ucap Silvia sambil berjalan mencari tempat duduk yang nyaman karena tidak mungkin ia terus berdiri di dekat pintu. “enggak barusan macet ada yang tabrakan kayaknya jadi sedikit agak lama.” Jujur Iqbaal krena memang jalanan saat sore di Bandung selalu ramai. “oh iyah, untung aku juga baru sampai jadi kamu gak nunggu lama.” “yaudah cari tempat duduk di mana?” tanya Iqbaal karena Silvia masih masih celingak celinguk mencari tempat duduk untuk mereka berdua.

