BAGIAN TIGA PULUH TUJUH Tiba tiba bertepatan dengan makanan datang, tiba dua orang yang sudah tidak asing lagi bagi Silvia. Seseorang yang tidak perlu dipertanyakan lagi siapa dia. “Hallo, nunggu lama yah.” Sapa satu orang tersebut, dan hal itu membuat Silvia kaget. Maksud dari kata nunggu itu menunggu? Menunggu siapa? Mereka atau makanan yang baru saja terhidang di meja nya? “Rendy, Nadia?” ucap Silvia keningnya berkerut heran melihat kakak beradik yang kini sudah duduk di depannya. “iyah, aku sengaja janjian sama Agil di sini,” jika saya tangannya menggenggam sesuatu pastinya itu akan remuk digenggaman Silvia. Karena kini tangannya sedang mengepal keras, kesal karena merasa di jebak oleh Agil. Sedangkan Agil hanya tersenyum simple, tanpa merasa berdosa. Ia benar benar siap mendapat

