BAGIAN DUA PULUH TIGA Silvia membuka pintu rumahnya, jantungnya berdegup kencang antara benci, kecewa, penyesalan, kerinduan, semuanya bercampur menjadi satu dalam hatinya. Rendy pria itu yang kini berdiri di depan sana terlihat lebih gagah daripada dahulu. Seragam polisi yang melekat pada tubuhnya begitu pas, dengan rambut cepak yang rapi. Silvia menggelengkan kepalanya ia tidak boleh kembali terpesona pada laki laki yang sudah membuatnya menderita. Rendy menatap Silvia balik, pandangan mereka beradu tatapan yang sudah lama tidak terjalin itu kini kembali terulang lagi. Jika saja ada orang di dekat Rendy pasti orang terbut bisa mendengar detak jantungnya yang begitu kecang. Pertemuan yang dinanti nanti akhirnya dapat terwujud. Wanita dihadapannya masih sama terlihat lebih dewasa dan ca

