# Arnetta mengetik pesan singkat ke ponsel Karen. Kurasa aku akan menunggu di mobil, aku benar-benar tidak kuat melihat dia makan. Ngeri sekali melihat dia makan seperti babi...dia kehilangan harga dirinya. Karen mengangguk pelan ke arah Arnetta. Setelah Arnetta keluar seorang pelayan membawakan obat-obattan yang diminta Karen sebelum mereka masuk tadi. Rosa menyelesaikan suapan terakhirnya dan baru menyadari Arnetta tidak ada lagi bersama mereka. "Dia akan menunggu di mobil." Ucap Karen. Rosa diam. Ia meraih gelas berisi air putih dan meneguknya dalam diam. Dengan perut kenyang pikirannya terasa lebih ringan. "Kau sudah selesai makan?" Tanya Karen. Rosa mengangguk pelan. "Su...sudah." Ucapnya tergagap. Ia malu sekali. Tadi dia baru saja menyiram Karen dengan air mineral dan sek

