# Karen mencoba menyetop taxi dengan sia-sia. Setiap kali ada taxi yang lewat selalu saja sudah terisi oleh orang lain. Arnetta mencoba membantu tapi percuma saja, nasibnya tidak lebih baik dari sahabatnya sendiri. "Kenapa kita tidak menghubungi Om seram berwajah gangster yang biasanya selalu mengekorimu kemana-mana? Kemana dia saat dibutuhkan?" Tanya Arnetta. "Percuma. Aku sudah mencoba menghubunginya, ponselnya tidak aktif. Perasaanku tidak enak. Kenapa tidak ada satupun Taxi yang kosong..." Nada suara Karen terdengar putus asa. Arnetta menarik napas panjang melihat Karen. Ia tidak mungkin menelpon kekasihnya Mike karena saat ini Mike sedang tidak berada di Indonesia. "Katakan dulu, kenapa kau harus bersikeras ke bandara tengah malam begini? Tidak sadarkah kau itu sedang dalam kond

