Arnetta masih menunggu Karen menjawab pertanyaannya. "Memang tidak." Jawab Karen akhirnya. "Lalu?" Arnetta semakin penasaran. "Kita istirahat saja sekarang, kau ada pemotrettan kan besok. Kenny juga kembali ke Jakarta besok. Setelah bertemu Opa, aku ingin berkumpul dengan kalian dan juga Rosa. Anak itu pasti mengalami hal berat dengan masa-masa awalnya mengukuti training." Ucap Karen mengalihkan pembicaraan. "Kau sedang menghindar kan? Baiklah." Karen kembali tertawa. "Kau terlalu khawatir padaku, dan itu menyenangkan." Ia menepuk pelan pundak Arnetta. Ia melangkah ke kamar mandi meninggalkan Arnetta yang masih sibuk menebak-nebak tentang banyak hal. Dibalik pintu kamar mandi, senyuman Karen menghilang. Ia menatap pantulan bayangannya di cermin, pada perutnya yang semakin membesar.

