“Dylan?” Suara Daniella itu menembus kabut pikiran Dylan yang berputar-putar, dan ia kembali menatap wanita itu. Matanya menatap nanar sebelum fokus ke wajah Daniella yang mengamatinya dengan cemas. “Kau baik-baik saja?” tanya wanita itu khawatir sementara Sidney yang sudah berhenti menangis juga menatapnya dengan mata besar dan merah itu dengan khawatir seperti Daniella. “Hamil?” Suara itu hanya bisa Dylan ucapkan dalam bisikan parau. Ini berita besar yang tidak Dylan sangka akan ia dengar dalam waktu secepat ini terutama setelah pembicaraannya dengan Jade mengenai prospek memiliki anak yang jauh dari pikiran gadis itu. Daniella mengangguk. “Dia datang ke tempatku pagi ini, bingung dengan apa yang terjadi pada dirinya. Dan hasil tes mengatakan ia tengah mengandung. Aku memeriksanya ta

