Setelah makan malam, Devan langsung menghampiri mamanya, ia benar-benar kepikiran dengan inisiden tadi siang, ia merasa omongan mamanya memang tertuju untuk untuk dirinya yang semakin menjaduh dengan dirinya, sebenarnya bukan menjauh, lebih tetpatnya, ia terlalu sibuk dengan pekerjannya ditambah setelah ia menikah dan mempunyai anak, Devan semakin jarang menghubungi mamanya, dan benar Dvan hanya menghubungi Kinan ketika sedang butuh, seperti apa yang dilakukan Devan saat ia menghubungi mamanya untk meminta beliau datang ke Jakarta menemani Ratu mengurus si kembar. Setelah Devan mengetuk pintu kamar sang ibu, Kinan pun langsung membukanya dan mempersilakan Devan untuk duduk dan keduanya duduk di tepi kasur. Pria itu menarik napas pelan, dan kemudian berbicara seraya menatapnya. “Ma, sebena

