Bab 82 Usaha yang Sia-Sia Bagaimana bisa Yanti tiba-tiba ada di sini? "Yanti?" Ibu menyapa perempuan itu yang masih tersedu-sedu menangis sambil berlutut di hadapan Bu Susi. Apa ini drama barunya lagi? Perempuan itu benar-benar sangat manipulatif. Masih dengan derai air mata yang begitu deras, dia menoleh saat kami berjalan mendekatinya. Yanti tidak menjawab dan hanya menatap kami sesaat sebelum akhirnya kembali menunduk dan menangis tersedu-sedu. "Berhenti pura-pura, Yanti!" Bu Susi angkat bicara. Dia duduk di samping Wahyu yang masih terbaring tak sadarkan diri di ranjang perawat. Seolah tidak sudi menatap perempuan yang menangis di bawah kakinya, Bu Susi mengalihkan pandangan ke arah lain saat berbicara. Aku memperhatikan dalam diam. Sejatinya tahu bahwa Yanti tidak mungkin me

