Haebi menatap daniel lekat, “Harus sampai kapan dan berapa lama? “ tanya Haebi, isak tangisnya masih terdengar, “Aku mengadu seperti ini aku akan tetap dimarahi habis habisan sama Mamamu dan adik adikmu, Akustress” ujar Haebi lagi Daniel mengerutkan kening dan menghelw nafasnya pelan, “Aku harus bagaimana? “ ---- Daniel kembali bertugas seperti biasanya, ia kali ini lebih banyak diam daripada berbicara dengan Keluarganya, ia terus terusan mengingat ucapan yang Haebi lontarkan semalam, memang ada benarnya jika mereka pindah saja dan memilih mengontrak daripada harus campur tangan seperti ini. “Tidak sarapan sayang? “ tanya Ibunda Daniel, Daniel tidak menggubrisnya sama sekali dan meninggalkan ibunya yang tengah mengajaknya berbicara “Daniel? Kenapa? Ada apa?? “ tanya ibundanya, ia ber

