Bab 62 : End

1992 Kata

P sangat mendebarkan. Seharian ini Ali duduk di rumah dengan terus mengusap perut istrinya yang sudah sangat besar, sedari tadi pagi wanita ini mengeluh kontraksi yang semakin lama semakin sering dan sakit. "Mas, kok makin sakit yah," ujar Nafisah yang meringis kesakitan. Ali yang merasa khawatir tanpa ba bi bu langsung berlari menuju kamar mengambil tas yang sudah disiapkan berisi semua perlengkapan untuk debat dan juga istrinya Nafisah. Tak lupa ia membawa dompet dan juga kunci mobil yang berada di atas nakas. "Ayo, sayang. Bisa jalan? Atau harus mas Gendong?" Nafisah mengangguk lalu menarik tangan suaminya dengan erat dan berjalan secara perlahan-lahan. Begitu sampai di garasi, Ali langsung membantu Nafisah naik ke atas mobil dan melaju ke rumah sakit tempat mereka periksa kandu

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN