Kesempatan tidak ada yang datang dua kali. Kalaupun ada jelas berbeda. Tidak sama seperti pertama kali. *** Pagi hari, Jasmine bertopang dagu di ruangan. Pagi hari yang seharusnya penuh semangat, terasa hambar baginya. Itu disebabkan oleh lelaki yang telah tiga hari ini menghilang. Sejak percakapannya dengan Valan tiga hari lalu, Jasmine ingin menemui Varlo untuk meminta penjelasan. “Harusnya gue dulu dengerin penjelasannya.” “Huh...” Jasmine menghela napas panjang. Dulu dia sama sekali tidak mendengarkan penjelasan Varlo dan malah menuduh lelaki itu yang tidak-tidak. Sekarang saat dia tahu kalau ada Fena yang membantu Valan, dia jadi ragu. Entah kenapa Jasmine yakin kalau Fena tidak mengandung anak Varlo. “Varlo!! Lo ke mana sih!!” Jasmine menutup wajah dengan kedua tangan. Dia su

