Bagi beberapa lelaki mendapat restu dari ayah wanita yang dicintai, adalah kebahagiaan yang tidak bisa diingkari. *** Sejak lima menit yang lalu Varlo berdiri di depan kamar Valan. Dia ingin menemui adiknya, tapi tidak siap melihat raut kesedihan Valan. “Huh...” Helaan napas keluar dari bibir Varlo, bingung harus memulai dari mana. Saat sedang berpikir, pintu di depannya terbuka. Tatapan Varlo dan Valan saling bertemu. Varlo melihat raut terkejut Valan, tak lama adiknya itu membuang muka. “Selamat, ya, Kak. Bisa dapetin Jasmine.” Varlo menatap Valan yang masih memalingkan wajah itu. Dapat dilihat, rahang lelaki itu mengeras. Varlo tahu, berat bagi adiknya menerima ini semua. “Lan, gue minta maaf.” “Jangan minta maaf. Lo nggak salah kok, Kak. Ini risiko mencintai.” Perlahan Varl

