Dan aku tak akan menyerah untuk mendapatkanmu *** “Lo mau belajar mencintai gue?” Jasmine mengalihkan pandang. Bohong kalau dia tidak pernah memiliki sedikitpun rasa untuk Valan. Dulu Jasmine hampir menyukai Valan, bisa dibilang dia baper. Tapi itu tidak berlangsung lama. Karena lama kelamaan perasaan itu bukannya menguat malah menghambar, dan Jasmine yakin dia hanya menganggap Valan sebagai sahabatnya. Sedangkan cintanya hanya untuk Varlo, meski sekarang dia enggan mengakuinya. “Gue nggak bisa, Lan.” “Kenapa lo nggak bisa, Jas?” Kedua tangan Valan mengeratkan genggaman tangannya. Dia melihat mata Jasmine yang kembali berkaca-kaca itu. “Lo tahu siapa orang yang gue cinta.” Jleb! Seperti ada pisau yang menancap ke jantung Valan. Sakit. “Orang yang lo cintai itu kakak gue?” tanyan

