20

1045 Kata

"Bapak punya hak apa sampai berniat nyentuh tangan saya?" Kak Raka langsung melayangkan tatapan kagetnya ke gue "Kenapa? Bukannya Kakak yang bilang untuk jangan nyentuh Kakak? Kenapa sekarang Kakak sendiri yang nyentuh Rana? Lupa apa gimana?" Kak Raka hanya terdiam dengan mata nanar balik natap mata gue, gue cuma natap Kak Raka dengan tatapan terpukul gue, mungkin untuk orang lain yang denger gue ngomong barusan bakalan mikir kalau gue sok jual mahal, punya suami sesempurna itu masih gak tahu di untung atau apapun terserah, tapi mereka gak pernah ada di posisi gue, mereka gak pernah tahu kalau kata-kata Kak Raka jauh lebih nyakitin gue. "Kakak minta maaf, waktu itu Kakak beneran marah, maaf kakak gak bisa ngontrol emosi Kakak, maafin Kakak" bujuk Kak Raka sembari nyoba balik ngeraih tan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN