Mama Sinta : Menyerah?

1343 Kata

Bab 92 Mama Sinta : Menyerah?   “Silakan, Ma,” kata Ajeng setelah menaruh dua cangkir dan satu toples kaca camilan di atas meja. Untung aja kemarin-kemarin Mas Adam ngajakin belanja ke super market bareng, jadi kita punya camilan untuk disuguhkan, pikir Ajeng.         “Makasih ya, Jeng,” balas Mama Santi. Ia masih duduk dengan santai meskipun perasaannya sedang tidak enak sejak sang putra memberitahu hal yang sangat ditentangnya.         “Jeng, sini duduk sama Mama!” kata Mama Santi lagi sambil memupuk pelan sofa kosong yang ada di sampingnya.         “I, iya, Ma.” Ajeng yang tadinya ingin duduk di sofa lain pun segera menuruti permintaan ibu mertuanya. Ia duduk bersama Mama Santi, sementara suaminya Adam duduk di hadapan mereka, di single sofa.         “Jeng, kamu jawab sama Mama!

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN