Klara tiba di pantai, setelah berjalan sekitar 45 menit dari hotel. Ia berjalan-jalan di sana agar pikirannya bisa lebih tenang. Ia mencoba menelepon Lidya hanya untuk mendengarkan suaranya saja. Lidya selalu bisa memberikan ketenangan padanya, dan betapa dirinya merindukan sosoknya saat ini. “Halo ... halo?” Terdengar suara Lidya di ujung telepon. Kemudian Klara mematikan panggilannya. Ia tidak siap berbicara dengannya saat ini, karena tidak sanggup jika ditolak Lidya lagi. Ia berjalan tak tentu arah di pantai itu, kadang ia berhenti hanya untuk menatap laut dan kadang ia hanya duduk diam di pasir melihat pemandangan. Setelah puas menatap laut, Klara berjalan lagi ke arah sebaliknya sambil membiarkan air pantai membasahi kakinya. Di kejauhan ia melihat ada tebing tinggi d

