38. Secepatnya?

1538 Kata

"Karena kamu sudah bisa ngomong kayak gitu, aku yakin kami sudah merasa lebih baik," godanya sambil menoleh ke arahku sekilas. "Tentu aja, tadi cuma emosi sesaat," balasku. "Untuk selanjutnya, kamu nggak boleh memaksakan diri bertemu Amara ataupun papamu jika perasaanmu masih belum membaik," ucap Gara. "Maafin aku karena membawa kami ke situasi yang nggak mengenakan tadi. Aku nggak mengira Amara akan marah seperti tadi." "Kok malah aku yang bahas lagi ya. Sudahlah, ayo kita jemput Nala dulu," kata Gara dan membuatku tanpa sadar menyentuh lengannya. Dia menoleh karena terkejut dengan perlakuanku. "Jangan meminta maaf lagi karena bukan salahmu. Aku yang harusnya meminta maaf karena melibatkanmu dalam masalah ini," bisikku sambil memeluk erat lengannya. Gara tertawa kecil dan menepuk-nep

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN