Bab 21

1301 Kata

“Belum tahu, Bang,” jawabku. “Sudah kau ikut saja, Sat! Akupun sepertinya minat, biar ada teman,” Felix menyambar dengan logat bataknya yang khas. “Memang kamu ikut mendaftar, Fel?” tanyaku. “Ikut lah, kau tak lihat betapa karenanya Bang Satya dan La Ode ini?” respon Felix sambil menunjuk tari kur berwarna dominan putih yang melingkar di lengan sebelah kanan mereka. Aku melirik pundak Bang Satya dan La Ode. Mereka memang terlihat sangat mencolok di bandingkan taruna lain dengan hiasan kepangkatan organisasi korps taruna itu. Sejujurnya, mereka memang terlihat keren. Berbicara tentang tali kur, dulu aku pernah beberapa kali melihatnya di pasar Senen. Ada beberapa warna dengan komposisi yang berbeda. Tapi dulu aku tidak paham, bahwa setiap warna memiliki makna dan penggunaan yang b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN