Bab 25

1306 Kata

Di perjalanan menuju hotel, aku termenung, lebih tepatnya terdiam melihat pemandangan kota Surabaya, meski relatif lebih banyak pepohonan dibanding Jakarta, namun sebagian besar gedung-gedung dan insfrastukturnya sama saja layaknya kota besar lainnya. Aku jadi teringat handphoneku yang masih aku nyalakan ke mode pesawat sejak lepas landasan dari Cengkareng. Aku mengambilnya di dalam tas dan mengembalikannya ke mode stand by. Ada beberapa notifikasi aplikasi yang muncul di layar saat handphone kembali aktif. Aku juga mengecek pesan teks yang kukirimkan pada Satya, siapa tahu ada keajaiban, aku masih berharap pesan itu dibalas. Namun harapanku pupus ketika mendapati kondisi pesan yang masih sama sejak beberapa hari lalu. Senyap. -SATYA- Setelah semua urusanku beres, termasuk memesank

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN