“Apa yang harus saya jelaskan?” tanyaku untuk mengujinya. Apakah aku benar-benar dijebak atau tidak. “Baik. Jika kamu bingung harus dari mana dulu, saya akan mulai bertanya. Dan tolong kooperatif, jawab dengan jujur,” ucap Satya. Kali ini aku benar-benar merasa bergidik berbicara dengan Satya. Seolah dia bukan lah orang yang aku kenal. Dari caranya menatap, dari gestur tubuhnya, dari caranya bicara, semuanya, benar-benar menggetarkan. Tak salah Bang Edy selalu membangga-banggakan Satya sebagai calon komandan Poltar. Aku mengangguk tanda setuju dengan apa pun yang akan ia tanyakan dan apa pun yang akan ia lakukan kepadaku. “Oke. Pertama, bisa tolong jelaskan kenapa batang rokok ini bisa ada di dalam saku celanamu?” tanya Satya. Kemudian aku mulai menjelaskan sesuai kronologi kejadian

