-KIRANA- “Ini Kak, fee untuk proyek ini, makasih ya udah mau bantuin!” ucap Erfan sambil menjabat tanganku. “Iya, Fan. Sama-sama, gue yang makasih udah diizinkan gabung di tim,” jawabku sambil tersenyum. “Maaf, kalau gue mungkin gak bisa bayar Kak Kirana dengan layak, tapi gue berharap kerja sama kita gak berhenti di proyek ini aja, ya!” ucap Erfan. Sambil menyerahkan selembar bukti transfer ATM salah satu bank swasta besar di Indonesia. Aku melirik secarik kertas bukti transfer itu, entah dari mana ia tahu nomor rekeningku, mungkin dari Abidzar, karena dulu aku pernah memberi tahu nomor rekeningku padanya, saat ia menitipkan uang untuk membeli buku diktat kuliahnya. Ada beberapa digit angka berderet panjang tertulis di sana. Nominalnya cukup membuat aku kaget sekaligus senang. S

