"Siapa, Nar?" Tanya Meisya yang mendengar Jenar menerima telepon dan dari panggilan 'Pak' yang Jenar ucapkan sepertinya perempuan itu tahu siapa yang meneleponnya. "Pak Reza, Bu, nanyain kabar dari Pak Imran tapi langsung di matiin teleponnya," jawab Jenar yang terlihat bingung dengan kelakuan Reza tetapi kemudian ia menggedikkan bahunya ringan seolah tidak ingin memikirkannya. "Oh, paling juga dia mau telpon bos nya," jawab Meisya sambil tertawa kecil, Jenar juga ikut tertawa membenarkan lalu menatap sekilas Meisya yang kembali duduk di karpet bersama Abraar dan Nasya yang sedang bermain. "Gimana Mas, ada yang bisa di pake fotonya?" tanya Jenar pada Bekti yang sedang serius menatap layar laptopnya. "Bisa, semua bisa. Sekarang kamu tinggal pilih gambar mana yang mau di jadiin backg

