bab 122

1752 Kata

Senyum itu merekah di wajah keduanya, senyum yang tulus tetapi terlihat berbeda. Jenar dengan senyum malu malunya sedangkan Reza dengan senyum bahagianya. Tahukah kamu kalau semalam pemuda itu tidak bisa tidur karena terbayang bayang wajah Jenar dan ingin segera mendengar jawaban Jenar secara langsung. "Terima kasih, aku janji aku akan selalu berusaha menjadi yang terbaik buat kamu," kata Reza sambil meraih tangan Jenar lalu menggenggamnya, gadis itu terlihat salah tingkah karena inilah pertama kalinya dia di sentuh oleh pemuda yang sudah resmi menjadi kekasihnya. "Enggak perlu gitu, kamu atau aku hanya harus jadi diri sendiri. Kita hanya harus saling menyesuaikan apa yang berbeda agar bisa tetap jalan bersama," jawab Jenar, Reza tersenyum menyadari jika Jenar bukan tipe wanita yang me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN