"Sayang, enggak siap siap ke kantor?" tanya Meisya melihat sang suami menuruni anak tangga sambil menggendong Abraar, lelaki itu tidak mengenakan pakaian kerja, itulah alasan Meisya bertanya demikian. "Enggak, Sayang, semua kerjaan kan udah di kerjain semalem. Dan hari ini Reza yang akan urus semuanya," jawab Samuel sambil menurunkan sang putra di atas kursi ruang makan, seperti biasa kegiatan rutin yang mereka lakukan bersama di pagi hari adalah sarapan. "Kok Papa enggak berangkat kerja, boleh enggak aku enggak berangkat sekolah?" tanya Abraar dengan polosnya, yang dia pikirkan adalah kalau sang ayah boleh tidak berangkat ke sekolah maka dia juga boleh tidak berangkat ke sekolah. "Loh kok gitu? Memangnya kenapa Abraar enggak mau berangkat ke sekolah?" tanya Samuel, Meisya hanya dia

