bab 115

2492 Kata

"Mama kapan Om Bekti jemput aku?" tanya Abraar pada sang ibu yang tengah membantunya memakai baju, Samuel yang awalnya masih terlelap di atas ranjangnya membuka mata karena mendengar ibu dan anak itu sedang mengobrol. "Mungkin sebentar lagi, mungkin Om Bekti lagi mandiin Nasya dulu," jawab Meisya sembari menyisir rambut sang putra, aroma segar shampo yang ia pakai tercium seketika. "Anak Papa semangat banget pagi pagi udah mandi," kata Samuel yang sudah berguling dan kini tertelungkup dengan menggunakan kedua sikunya untuk menopang tubuhnya, lelaki itu menatap sang putra yang terlihat begitu segar. "Udah dong, Pa. Aku enggak mau terlambat kalau Om Bekti jemput aku," jawab Abraar penuh semangat, Samuel tersenyum geli karenanya. Tingkah sang putra seperti seorang anak yang tidak pernah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN