bab 100

2328 Kata

"Hah?" Rasa terkejutnya begitu membuat Jenar ingin tertawa tetapi saat melihat wajah serius Reza gadis itu sekuat tenaga menahan tawanya. "Bapak Minta di panggil 'Mas' karena enggak mau kalah saing sama rival abadinya Bapak? Karena aku panggil Mas Bekti dengan sebutan 'Mas'?" tanya Jenar yang ingin tahu apa alasan Reza meminta demikian, tentu saja gadis itu tidak mau dengan serta merta menuruti permintaan Reza yang menurutnya aneh. Mendengar pertanyaan Jenar, Reza malah memelototkan kedua matanya. "Enggak lah, aku tuh enggak pernah kalah saing sama dia atau sama siapa pun ya. Bahkan aku enggak pernah merasa bersaing sama siapa pun dasar si buaya daratnya aja yang selalu ngerasa kalah dari aku makanya dia nganggep aku saingan!" Jawab Reza panjang lebar, pemuda itu mengikuti Jenar ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN