"Awww ...." Jenar sedikit terpekik mengiringi bunyi hantaman cukup keras membuat Reza mengernyitkan dahinya, punggung tangan gadis itu terantuk dasbor mobil saat ia refleks menarik paksa tangannya dari genggaman Reza, padahal Reza juga secara refleks tanpa rencana mencekal pergelangan gadis itu setelah melepaskan kaitan sabuk pengamannya. "Auh ...." Lenguh Jenar saat mengelus punggung tangan kirinya yang terasa nyeri, sedangkan Reza yang merasa itu lucu berusaha menahan tawa. Sebegitu takutnya gadis itu padanya. "Sakit? Makanya jangan sembrono," ujar Reza mendengar apa yang pemuda itu katakan Jenar malah membolakan kedua matanya. "Sembrono gimana? Bapak yang sembrono main narik narik tangan saya!" Sembur Jenar, gadis itu seolah lupa akan rasa segannya selama ini pada atasannya itu.

