127

1803 Kata

"Nah gitu, dong," kata Reza puas, pemuda itu tersenyum mendengar panggilan sayang dari sang kekasih sedangkan Jenar malah cemberut kesal. "Kok cemberut? Kenapa, laper?" tanya Reza melihat sang kekasih merengut. "Iya," jawab Jenar ringan. "Terus mau makan apa?" tanya Reza dengan lembut. "Kan kita dapet nasi kuning ulang tahun Nasya, yuk makan itu aja," kata Jenar sambil melihat nasi bento dan goodie bag yang ia letakkan di kursi belakang. "Boleh, tapi aku cari tempat yang enak buat makannya ya," kata Reza, sambil melihat lihat ke sekitar dan mengetahui ada sebuah taman di dekat daerah situ, Reza memang sengaja tidak langsung mengarahkan mobilnya menuju tempat tinggal Jenar setelah dari rumah Bekti tadi. Ia ingin mengajak Jenar jalan jalan, meskipun hanya sekedar memutari kota teta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN