bab 86

1631 Kata

"Dadah Om Reza ... Dadah Mbak Jenar ...." Dengan senyuman ceria menghiasi wajahnya Abraar melambaikan tangan, bocah itu sampai melongok di jendela mobil agar bisa mengucapkan salam perpisahan dengan Reza dan Jenar yang juga melambaikan tangannya dari dalam mobil yang kaca jendelanya terbuka. Kedua mobil yang sama sama berwarna hitam itu lalu berpisah arah setelah keluar dari waterboom. "Papa aku mau es krim," kata Abraar setelah bocah itu duduk di kursinya dan menutup kaca jendela mobil yang tepat berada di sebelahnya, mendengar permintaan sang putra Meisya dan sang suami yang duduk bersebelahan saling pandang. "Iya, Sayang, Papa cari tempat yang jualan es krim, ya," kata Samuel sambil melihat ke sekeliling sembari mengendarai mobilnya perlahan. "Itu ada minimarket kita beli es kri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN