bab 142

2125 Kata

"Kemana perginya sih itu tukang gulali?" gumam Samuel saat mengendarai mobilnya tanpa tahu arah mana yang harus dia tuju, di depannya ada lampu merah yang tentu saja setelahnya dia harus menentukan akan lurus, belok kanan atau belok kiri. "Tukang gulalinya kayak apa juga aku nggak tau," sambungnya, akhirnya lelaki itu memutuskan untuk berbelok ke kiri, mengikuti kata hati, hanya itu yang dia bisa. Lelaki itu terus menjalankan mobilnya dengan lambat sambil melihat lihat ke sekitar berharap melihat sebuah sepeda motor dengan gerobak di belakangnya hingga tanpa sadar ia telah jauh meninggalkan tempat istri dan anaknya berada. "Itu kali, ya?" tanya Samuel pada dirinya sendiri saat melihat sebuah sepeda motor berwarna hitam dengan sebuah kotak besar berada di boncengannya, bukan sebuah ge

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN