bab 103

1927 Kata

"Maksudnya?" tanya Jenar karena ucapan Reza yang terdengar membingungkan baginya, entah apa arti kata serius yang pemuda itu katakan tadi dan kini Jenar begitu ingin mengetahuinya. "Ya ... Aku serius minta kamu buat bantu aku, Nar. Aku enggak mau kamu pergi, aku enggak mau Mama sakit Mama sering ngeluh dadanya sakit, aku yakin kamu paling paham situasi ini. Jenar terdiam, Reza memang benar dirinya begitu memahami situasinya, Reza pasti tidak ingin kalau sang ibu sakit sama seperti dirinya yang tidak ingin melihat Mbok Nah sakit. Jenar begitu memahami kalau hal yang paling menyedihkan adalah melihat orang yang kita sayangi sakit. Rasanya lebih baik kita sendiri yang merasakan sakitnya. "Pak, gimana kalau kita ajak Mama Endang ke dokter? Dokter yang waktu itu nanganin Simbok," kata Je

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN