Bab 9

2123 Kata

Sepanjang perjalanan dari rumah Christian Kelly menuju rumah, Huda masih mendiamkan Samiera yang menangis. Namun ia membiarkan tangan kirinya terus digenggam dan dikecupi oleh Samiera. Sungguh ia lelah dengan permainan takdir yang diberikan Tuhan padanya. “Maafkan aku, Mas...” lirih Samiera di sela isakannya. “Diamlah” bentak Huda yang membuat Samiera melepaskan tangannya dan beringsut mundur. Sudah 2 bulan ini Huda tidak pernah berucap kasar bahkan membentaknya. Tapi malam ini bentakkan itu kembali terdengar. Samiera sungguh mencintai Huda dan takut kehilangan suaminya. Terlebih lagi saat ini ia sedang mengandung. “Maafkan aku, Mas... Aku tidak bermaksud---“ “Diamlah, Samiera!!!” teriak Huda memukul setir mobil, membuat Samiera takut dan semakin beringsut mundur. Akhirnya Samie

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN