Niels tersenyum melihat sebuah rumah minimalis kecil yang berdiri kokoh di depannya. Ingatan masa kecilnya kembali muncul ke permukaan secara perlahan. Betapa lucunya ingatan-ingatan itu saling berebut untuk tampil dan menyenangkan sang pemilik. Meski telah tiba di kampung halamannya sejak beberapa bulan yang lalu, Niels tetap merasakan suasana yang berbeda di rumahnya dari apa yang bisa ia ingat. Semenjak kepergian sang ayah; sosok panutan dari anak-anaknya dan pelindung keluarga sejati, kini yang tertinggal di rumah itu hanyalah sisa-sisa kenangan tentang dirinya. Niels melangkah pelan memasuki rumah tanpa halaman tersebut. Tinggal di pinggir jalan kadang terasa sekali beratnya, tetapi Niels sudah terbiasa dengan hal itu. Suara-suara berisik dari lalu lalangnya kendaraan, hingga sulit

