"Mas maafin semua kekurangan aku, aku pun telah memaafkan mas! tapi mas, kita enggak bisa lagi jalani ini, aku lakuin ini untuk memberi kesempatan mas bahagia, punya keturunan dan menjadi ayah seutuhnya.” ucap kak rena. "Ren!” mas edo menangis terisak berharap mendapat pengampunan. "Enggak apa-apa mas, aku enggak marah lagi sama mas, aku yang salah karena tidak bisa memberi mas keturunan! jangan menangis…” kak rena mengusap buliran air mata mas edo. “Hapus air mata mu mas dan lihat mataku.” Mas edo berusaha menegakkan wajahnya dan menatap Kak Rena. “Menikahlah, nikahi wanita itu karena bila kalian memilki keturunan nantinya, maka anak itu akan menjadi cerminan kalian berdua! aku ikhlas mas, dan aku harap kita berpisah secara baik seperti kita pertama kali bertemu.” ucap kak rena Mas Ed

