Rena menatap wajah suaminya itu. "Pinggirkan mobilnya.” pinta Rena. "Aku heran sama kamu mas, aku izinkan kamu menikah, aku izinkan kamu punya istri lain selain aku karena aku sadar aku tidak mampu memberikan keturunan buatmu, tapi apa jawab mu, kamu bilang kamu tidak butuh, kamu bilang hanya cinta aku, kamu bilang tidak mampu hidup tanpa aku, kamu bilang cinta kita sejati. Terus sekarang apa yang aku lihat? Kamu, membohongi segala ucapan kamu sendiri. sepertinya kamu lebih suka yang HARAM ya... Padahal aku mengizinkan yang sah. Aku benar- benar tidak mengerti dengan jalan pikiranmu mas. Terlebih kamu memilih wanita seperti itu untuk mengkhianati aku, kamu lucu mas. Padahal selama ini aku menyodorkan wanita baik-baik, dari keluarga yang baik pula, kamu tolak semua dengan alasan cinta sejat

