POV FELI-RUMAH SAKIT

496 Kata
Pagi ini, aku merasa kikuk karena sedari Angga bangun, matanya tidak berhenti memandangku. “Angga" kamu makan di luar saja ya. Karena aku kehabisan gas!” “Biarlah!!” kata angga menimpali. “Fel...” panggilnya lagi. “Ada apa?” Jawabku. “Apa kamu benar-benar tidak hamil anakku? Apa kamu sudah pernah ke dokter kandungan?” “Tanya satu-satu Angga! Lagipula ini bukan urusanmu!!” “Tapi aku mersa sesuatu yang beda Fel!! Apa kamu mau ke dokter?” “Tidak-tidak... aku tidak hamil anakmu dan berhentilah mengatakan akan bertanggung jawab! siapa juga yang mau kamu tanggung jawab.” “Hah? maksudmu...Walaupun kamu hamil, kamu enggak peduli sama anak kita mau punya papa atau enggak? itu namanya egois Fel! aku tersentak dan miris rasanya. “Aku mau ke kantor dulu.” Ucap Angga dengan suara sedikit kesal. “Ya baiklah!! ‘jauh-jauh sana’ batinku. “Bisa antar aku keluar? Aku mau ke kantor...” “Ough kita bukan suami istri Angga, sudahi celoteh mu dan pergilah...” “Ya, baiklah sayangku!! “Aku tadi sudah bilang jangan anggap kita dalam posisi yang baik! ini hanya nafsu.” Tekanku padanya. ‘Kreyt!!’ Aku membuka pintu. Ketika aku membuka pintu, aku terkejut dengan seseorang yang mendorong dan memcium Angga dengan ganasnya! Eum... eum dia mencium Angga hingga terdengar suara kenikmatan itu. Angga berusaha melepaskan diri. Saat melihat wajahku telah berubah. Angga dorong tubuh wanitanya itu, dia melihatku terkejut. “Fel jangan salah paham, aku sudah putus sama dia!” ‘Sraaak...’ Dia Keke dia menarik baju kemeja Angga hingga semua kancingnya terlepas!Keke mendorong Angga ke dalam apartemenku. Aku yang terkejut melangkah mundur, dengan ekpresi yang sangat tak bisa di artikan. Angga melihatkuseperti orang yang tiba-tiba di kasih nonton film dewasa. mulutnya mengnganga dan matanyan membulat! Angga masih berusaha melepaskan diri dari Siska, “Fel tolong aku...” Aku tak begerak masih pada posisi menonton film dewasa. Dan tak lama setelah ini mataku menggelap! Aku tidak tahu lagi apa yang terjadi. Entah pukul berapa aku tidak tahu, Angga duduk menghadap keluar ruangan, sesekali memalingkan wajah berharap diriku segera sadar! Keke sudah di tangani oleh pihak berwajib dan hasil pemeriksaan siska positif sebagai pengguna obat-obatan sehingga dia memiliki keberanian yang tinggi. Biarpun Angga tergolong playboy dan badboy hobi dunia malam, Angga sangat anti dengan obat-obatan seperti itu! karena Angga lebih takut mati di tangan kakak kesayangannya, Rena. Lebih parahnya diapun akan ikut mati bersama adiknya! Tidak-tidak jauhlah pikiran j*****m!  ‘Drdrt’ ponsel Angga bergetar, entah ini sudah yang keberapa kalinya! Angga hanya ingin wanitanya segera sadar dan bercinta dengannya lagi, aku melihat itu tapi aku berpura-pura belum sadar. Aku menatap di sekeliling ternyata aku sudah di bawa ke rumah sakit. Wangi dan bentuk dindingnya sangat khas. ‘Tok tok’ Angga bergegas berdiri membuka pintu yang kunci sebab sedikit rasa trauma atas segala yang terjadi, mungkin saja itu Dokter yang menanganiku pikirnya. Angga ingin tahu, setiap detail yang terjadi. Segala penyebab kenapa diriku belum sadar. Seorang wanita berjas putih tersenyum kepada Angga. Sepertinya dia Dokter. “Bapak bisa mencari obat di catatan ini di apotik luar karena tidak di jual di rumah sakit. karena ini obat paten.” “Baiklah dokter!” Angga langsung bergegas pergi. Angga mencari di setiap apotik. Sekitar 2 jam pencarian Angga dan di tambah kemacetan parah, tapi akhirnya barang itu dapat juga. Angga melangkah dengan penuh syukur. Semoga setelah menggunakan obat-obatan paten ini diriku akan segera pulih. Kreyt, 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN