Di tempat lain Mas Bram tengah siap menuju rumah orangtua Naya. 30 menit perjalanan Mas Bram sampai di depan rumah berpagar tinggi dengan tanah yang luas. Petugas keamanan membukakan pagar untuk menantu satu-satunya pemilik rumah ini. "Mas Bram melewati keamanan sambil menganggukkan diri menunjukan kesopanannya. "Selamat sore Pa... Ma... Mas Bram menyapa kedua orangtua Naya yang sudah duduk di sofa ruang tamu menunggu kedatangan Mas Bram "Tadi papa langsung buru-buru pulang sewaktu kamu bilang ada yang mau di bicarakan.” Ucap Papa Naya. "Iya pa, jadi begini…” Mas Bram menceritakan segala nya dari awal sampai akhir. Tampak rawut wajah Mama Naya berubah drastis. "Maaf mencela kamu Bram, tapi mama kurang setuju dengan pemikiran kalian. Bayi tabung itu enggak mudah dan biaya nya enggak mu

