Mas bram mengunjungi rumah orangtuanya meminta pencerahan, pendapat dan nasehat tentang Naya, Alvin dan Kevin serta keadaan saat ini. sekarang mereka bertiga sudah duduk bersama di ruang keluarga. Mama mas bram yang melihat anaknya muram mendekati Mas bram dan mengusap kepala anaknya berkali-kali dan menempelkan keningnya kepada kening mas bram seolah mengerti kegundahan hati anaknya. “Bram coba kamu lihat ini!” ayah Mas bram menunjukan album foto besar kepada anaknya. Mas bram menyambut album tersebut, dan membukanya perlahan, Mas bram membuka pelan album foto- foto tersebut, tampak seorang anak laki-laki berkulit putih, rambut lurus, dan gigi rapi yang di hapit pria perawakan besar tinggi berkulit coklat dengan rambut cepak dan wanita muda berambut pendek lurus berkulit putih bermata s

