Extra Part

740 Kata

    Jea Ayuningtyas. Nama yang kudapat dari bapakku, dan nama yang ingin kukuburkan dalam-dalam bersama masa lalu yang kelam. Bukan, sama sekali bukan karena tidak bersyukur atas nama itu. Namun apa yang terjadi di masa lalu, terlalu menyakitkan untuk diingat.     Setiap kali mendengar seseorang memanggilku, ingatan tentang mereka akan kembali berputar di kepala. Tentang bagaimana senyuman bapak ketika menyebut nama itu, bagaimana Iyung mengusap rambutku sambil memberikan petuah ajaibnya, dan bagaimana Simbahku tertawa ketika kami saling melempar ejekan. Indah memang, tapi air mataku selalu mengalir setiap mengingatnya, karena mereka semua kini telah tiada.     Satu hal yang selalu berhasil melemparkanku pada kubangan rasa sakit, adalah ingatan tentang bagaimana Gus Ayas menyebut nama Je

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN