Tonjokan keras mendarat di wajah Davis. Semua orang tercengang. Mereka tersentak dan menatapnya tidak percaya. Detik berikutnya. “Buk!” Satu tonjokan dari Davis mendarat di wajah Jayson hingga mengeluarkan darah di sudut bibirnya. Dia tertegun dan berteriak, “Beraninya kau memukulku?” Davis membalas tatapan bermusuhan. Pada saat itu Kaisan tidak berada di sampingnya karena dia sedang menuangkan seangkir teh untuk bosnya sehingga dia tidak bisa melindunginya. Ketika dia menyadari bahwa bosnya telah diserang, Kaisan menjadi sangat marah sehingga menyerang Jayson dan menendangnya. Dua tonjokan dari Kaisan melayang di perut Jayson. Dia tersungkur keras ke lantai. “Davis, kau baik-baik saja, ya kan?” Kaisan berpaling untuk menatap bosnya dengan khawatir. Davis terkejut karena dia tida

