"Mia, aku sangat merindukanmu" Ujar lelaki sangat tampan rupawan mendekati calon istrinya yang berdiri menunggunya di pintu kedatangan di bandara. Ia tidak dapat lagi bersabar, teramat ingin dirinya memeluk wanita yang amat dicintainya itu yang kini tengah berdiri tepat di depan wajahnya. "Kau tidak merindukanku" seorang wanita paruh baya menimpali kata-kata yang Daniel ucapkan. "Tentu saja aku merindukanmu ibu." Lelaki mengecup punggung tangan wanita yang telah melahirkannya. Mia tersenyum geli melihat Daniel yang tak menyangka ibunya akan datang. "Faruq, " ujar Daniel memeluk adik lelakinya yang memiliki wajah tidak kalah tampan darinya. "Baiklah mari kita makan dulu ujarnya aku sangat lapar." Daniel memengangi perutnya "Baiklah.." ujar faruq Mereka mencari tempat untuk makan bers

