Daniel menggelengkan kepala melihat Mia yang menyandarakan kepanya pada kaca jendela mobil . Sebelumnya Daniel sangat mudah menghentikan tangisan Mia, dia hanya perlu memeluk Mia dengan hangat dan dalam beberapa menit kemudian Mia akan membaik. Tiga jam telah berlalu Mia masih saja menangis. d**a Daniel terasa sesak melihat Mia terus tersedu-sedu. Dan Rayhan, ia terlihat sangat fokus mengemudi, masih tidak ada kata yang keluar dari bibirnya. Sesekali ia menghela napas panjang. Ia terus berfikir apa yang sebenarnya dilakukan Daniel? Mengapa mereka tiba-tiba membicarakan pernikahan? Sedangkan Mia kedua kelopak matanya telah membengkak. Air matanya seolah tidak pernah ada habisnya. Ia terus saja merutuki hal yang baru saja terjadi kepada dirinya. Ditambah lagi saat ini, dia berada di antara

