55. Dream END

2578 Kata

"Bunda?" Cia tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Tolong katakan, Cia sedang berhalusinasi. Tolong katakan, ini tidak nyata. Karena sungguh mustahil untuk ia percaya. Semuanya sama, sungguh mirip. Bahkan tidak pas jika ini hanya kemiripan yang kebetulan dengan Alm. Bunda-nya. "Bu-bunda?" ulang Cia yang tak sadar sudah menitikkan air matanya. Wanita itu hanya diam menatap Cia dengan ekspresi yang sama terkejutnya. "Jawab Cia, Bunda." Cia meneteskan air matanya dengan wajah memohon. Namun, wanita itu tak kunjung menjawab ucapannya. Lalu, Cia seakan tersadar. Ia segera menyeka pipinya yang basah dan kembali menatap Rayhan. "Maaf. Cia kebawa suasana." Cia berkata. Ini tidak wajar jika hanya kebetulan. Dua orang yang mengingatkannya kepada Alm. Bunda-nya, dan sekarang, replika Bu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN