Austin melihat Allynna yang sedang tidur di depan tv. Austin mematikan tv yang menyala dan duduk di sebelah Allynna yang terlelap. Austin menjadi kasihan karena wajah Allynna tampak pucat. Beberapa hari ini pasti sangat sulit bagi Allynna untuk menerima kenyataan. Allynna membuka mata dan menemukan Austin ada di dekatnya. “Sudah pulang?” “Hmn. Apa kau baik-baik saja?” “Aku lebih baikan setelah tidur sebentar.” “Apa mau ke rumah sakit, kau tampak pucat sekali.” Austin tidak tega jika nanti Allynna jatuh sakit. Paling tidak dirinya perlu membuat rencana untuk jaga-jaga, sebelum Allynna benar-benar sakit. “Aku tidak kenapa-napa. Hanya sedikit pusing dan butuh makan yang banyak.” Allynna merubah posisi menjadi duduk sambil tersenyum ke arah Austin. Ia tidak mungkin mengatakan kalau dia ba

