Di kamar Allynna mengingat tentang dokumen yang ia dapat dari rumah sakit. Selalu keraguan yang ia rasakan ketika mengingat aksi gilanya beberapa hari yang lalu. Seharusnya ia tidak perlu terlalu ingin tahu. Karena sudah terlanjur dibayar, Allynna pun membuka amplop warna putih berlogo rumah sakit dan menemukan namanya berada di bagian atas surat itu. Allynna membaca pelan-pelan dan langsung terpana dengan hasil yang terletak di bagian bawah dokumen. Mata Allynna ingin lepas karena kelopak matanya membuka dengan maksimal. “Tidak mungkin … ini pasti salah. Tidak mungkin.” Allynna menggelengkan kepala dan tidak ada perubahan yang terjadi di kertas itu. Degub jantung Allynna berdetak terlalu cepat dan Allynna langsung meremas amplop dan isinya lalu membuangnya ke dalam tempat sampah di sa

