Audy menarik anaknya ke suatu tempat yang bisa membuat mereka leluasa untuk mengobrol berdua. Hati Audy senang sekali karena akhirnya Allynna datang ke rumahnya dan itu adalah pertanda baik bagi Audy. Ia sudah menunggu sebuah pesta pernikahan megah yang akan digelar oleh keluarganya untuk Austin. Sejak tadi Audy terus tersenyum, karena hatinya sedang bahagia dan penuh harapan. “Austin, kapan pesta pernikahan kalian? Pertunangan sebaiknya tidak perlu. Itu tidak penting.” Audy lansung menanyakan hal itu kepada anaknya yang menatapnya dengan raut tidak percayanya. “Bu, itu terlalu cepat. Allynna belum tentu setuju dengan ide untuk menikah. Dia baru lulus kuliah dan masih memiliki banyak mimpi. Aku juga masih berusaha membuatnya menyukaiku. Aku membawanya ke sini hanya untuk membuatnya terbi

