Jam tiga sore, Austin sudah pulang. Austin melihat Allynna yang sudah menyelesaikan dua lukisan. Bisa ia simpulkan kalau Allynna tidak beristirahat padahal dia sedang sakit. Itu sangat membuat Austin tidak senang. “Bukannya kau sakit? Mengapa masih melukis? Kau bilang sendiri ingin libur.” Austin tampak tidak suka. “Sudah pulang? Aku merasa jenuh saat tidak melakukan apa-apa. Aku makin pusing jika tidak melukis.” Allynna bercerita. “Badanku lumayan membaik. Aku merasa bosan tidak melakukan apa-apa.” Allynna beranjak dari kursinya dan menghampiri Austin. “Apa Kakek datang berkunjung? Kau tidak bilang kalau aku tinggal di sini?” Pelayan tadi memberitahu Austin kalau kakeknya datang. “Kakekmu tidak bertanya. Dia menemaniku melukis. Tidak banyak yang kami bicarakan. Kenapa?” Allynna beral

